Selasa, 06 Mei 2014

KEPEMIMPINAN VISIONER






Nama =Fransiskus Arby Noviandi
Nim    =2013210127
Program studi ilmu Administrasi negara

 Tugas ke 2 Etika dan Filsafat Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN VISIONER

Setiap pemimpin membentuk visi dengan caranya masing-masing, kadang-kadang bersifat obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan subyektif.
Tindakan tanpa visi sama artinya dengan terjebak dalam kegelapan dan visi tanpa tindakan adalah seperti puisi yang meratapi kemiskinan.
Secara sederhana, visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisasi anda. (Burt Nanus, 2001, Kepemimpinan Visioner, Penerbit PT Prelindo, Jakarta).

Tugas2.
1.       Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
2.       Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
3.       Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4.       Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
5.       Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?

Keterangan:
1.       Khusus jawaban soal nomor 5, dimasukkan pada komentar blog dosen pengampu, dan blognya mahasiswa masing-masing mahasiswa, dan;
2.       Seluruh jawaban diserahkan pada pertemuan tanggal 8 Mei 2014.
  
Jawaban :
1.       Visi saya untuk kedepannya dalam mempersiapakan diri sebagai agent of change and develoment,saya ingin menjadikan suatu kepemimpinan yang sesuai dengan aturan yang telah diterapkan dalam undang undang dasar 1945.supaya menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang makmur,baik makmur dalam kemasyarakatan maupun makmur dalam perekonomian bangsa.sehingga dapat menciptakan suatu pemerintahan yang baik dan masyarakat pun akan menjadi sejatera dengan hikmah dan partisipasi yang berdasarkan gontong royong bersama sama untuk menuju bangsa yang adil,sejatera dan jujur.
Misi saya, saya ingin menjadi seorang pemimpin daerah yang berani untuk menjalankan dan  menaati aturan aturan dalam kepemimpinan,yang telah diterapkan untuk di jalankan,saya ingin menjadi seorang pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab sehingga saya dapat dipercayai oleh masyarakat maupun atasan saya,amanah dalam menjalankan aturan dalam kelembagaan kepemimpinan untuk masyarakat dan tidak hanya berjanji kepada masyarakat,tapi berjanjilah pada omongan dan kejujuran itulah yang harus saya jalankan dalam kepemimpinan.
2.       Faktor pedukung  visi saya
1. perbuatan
2. dukungan
3. niat dari hati nurani
4. tindakan yang sesuai dengan perilaku
5. kebersamaan
6. kejujuran
7. kepercayaan
8. kehormatan
9. kerjasama dan keberanian untuk melaksanakannya
10. gontong royong
11. skill( keterampilan)
12. sikap(atitude)
13. pengetahuan
14. kepribadian yang baik
15. partisipasi
Faktor Penghambat visi
1.       Keuangan
2.       Godaan
3.       Kerakusan
4.       Kebohongan
5.       Ketidak adilan
6.       Ketidak jujuran
7.       Keegoisan
8.       Kecemburuan
9.       Kurang percaya diri
10.   Tidak tepat waktu
3.       Agar tidak menimbulkan sikap arogansi saya akan terus bersyukur dan berdoa minta pertolongan kepada tuhan supaya diberikan kekuatan dan kesabaran dalam melakukan aktifitas dan bertindak sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari visi yang saya tegaskan dalam suatu tindakan,dan bertanggung jawab dengan suatu keputusan yang harus dijalankan.
4.       Agar tidak menimbulkan sikap apatis saya harus mempercayai apa yang menjadi keputusan yang telah saya terapkan dalam visi saya,saya harus menjadi orang yang tegas dan tidak mudah menyerah dalam hal hal yang membaqwakan saya ke jalan yang tidak benar, dan berusaha melakukan yang terbaik apapun yang semestinya akan saya lakukan itu harus sesuai dengan hati nurani saya.dan berusaha supaya tetap menjadi orang yang tegas.
5.       Dengan berbuat sesuai dengan apa yang menjadi visi saya,adapun konflik tersebut saya tidak akan memperdulikannya toh hanya bisa menjadi alasan yang tidak penting dalam diriku untuk saya terus berjuang untuk menuju kesuksesan.konflik bukan suatu alasan saya untuk menyerah dalam menjalan suatu visi saya.karena konflik bukanlah yang akan menentukan jalan kesuksesan bagi saya.yang terpenting bagi saya adalah kesuksesan.konflik biarkan saja karena tidak akan membawa jalan yang benar bagi saya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar